Oleh
Nathan Auyeung
—
Tips untuk Menghindari Penulisan Informal dalam Makalah Akademik

Mahasiswa menatap layar mereka setiap hari, terjebak di antara menulis dengan cara mereka berbicara dan bagaimana profesor mereka ingin mereka menulis. Sangat frustrasi ketika ide-ide bagus terkubur di bawah bahasa sehari-hari, dan bahkan mahasiswa yang cerdas pun kesulitan menemukan titik temu yang tepat antara ekspresi alami dan nada akademis.
Inilah yang berhasil: menulis formal bukan tentang kata-kata yang mewah, ini tentang kejelasan dan otoritas. Panduan ini menunjukkan cara menemukan dan memperbaiki frasa sehari-hari yang menyelinap ke dalam makalah akademik, menggantinya dengan alternatif yang benar-benar dihormati oleh para profesor. Baik ini esai kuliah pertama Anda atau yang keseratus, tips ini akan membuat tulisan Anda bersinar.
<CTA title="Sempurnakan Nada Akademis Anda" description="Gunakan Jenni AI untuk memoles tulisan Anda; ganti frasa kasual, perbaiki pergeseran nada, dan terdengar lebih profesional dalam hitungan menit." buttonLabel="Coba Jenni Gratis" link="https://app.jenni.ai/register" />
Apa Itu Tulisan Informal?
Tulisan informal mencerminkan percakapan sehari-hari. Ini mencakup jenis frasa yang mungkin Anda gunakan saat berbicara dengan teman, menulis di buku harian, atau memposting di media sosial. Meskipun gaya ini terasa alami, gaya ini kurang memiliki ketegasan yang dibutuhkan dalam karya ilmiah.
Mendefinisikan Tulisan Informal
Pada intinya, tulisan informal:
Bergantung pada kontraksi (singkatan kata seperti bahasa Inggris: don’t, can’t, isn’t).
Sering menggunakan kata ganti orang (saya, kami, Anda).
Menggunakan bahasa gaul atau ekspresi idiomatik (banyak, semacam, agak).
Menyertakan nada santai dan kata pengisi (Anda tahu, seperti, pada dasarnya).
Kadang-kadang menggunakan tanda seru untuk menambahkan emosi.
Seringkali menggunakan pendekatan percakapan, mengasumsikan interaksi langsung dengan pembaca.
Meskipun fitur-fitur ini membantu dalam menciptakan hubungan yang santai dalam komunikasi informal, mereka melemahkan teks yang membutuhkan bahasa akademis yang dibangun di atas netralitas dan presisi.
Contoh Tulisan Informal
“Anda bisa lihat bahwa hasilnya agak mengejutkan, dan mereka benar-benar menunjukkan bagaimana siswa tidak bertindak seperti yang Anda pikirkan.”
“Banyak orang yang tidak terlalu suka aturan baru itu, jadi rasanya agak berantakan.”
Contoh Tulisan Formal
“Hasilnya tidak terduga dan menunjukkan penyimpangan dari pola perilaku yang diprediksi.”
“Beberapa responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kebijakan tersebut, yang mengakibatkan tantangan prosedural.”
Perhatikan bagaimana contoh formal menghilangkan frasa kasual, menghindari sapaan langsung, dan menggantinya dengan kosakata yang tepat.
Mengapa Tulisan Formal Penting dalam Makalah Akademik

Perbedaan antara tulisan informal dan formal bukan sekadar masalah gaya. Ini memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana karya Anda dirasakan dan dievaluasi.
1. Kredibilitas dan Otoritas
Makalah akademik dinilai tidak hanya dari isinya tetapi juga dari gayanya. Nada kasual menunjukkan bahwa penulis mungkin tidak sepenuhnya memahami ekspektasi disiplin ilmu tersebut. Jurnal, profesor, dan peninjau sejawat mengharapkan formalitas karena itu menandakan ketelitian intelektual. Sebuah panduan tentang prinsip menulis formal menjelaskan bahwa gaya sama pentingnya dengan isi dalam karya akademik.
2. Kejelasan dan Objektivitas
Tulisan informal sering kali menggunakan bahasa yang samar atau emosional. Misalnya, “banyak orang tidak menyukai hasilnya” tidak jelas. Siapa “banyak orang” itu? Berapa banyak? Tulisan formal memaksa Anda menggunakan data yang tepat: “47% partisipan menyatakan ketidakpuasan.”
3. Ekspektasi Pembaca
Ketika audiens Anda terdiri dari akademisi, profesional, atau pakar, mereka mengantisipasi nada yang sesuai dengan lingkungan mereka. Informalitas dapat mengalihkan perhatian mereka atau mengurangi kepercayaan mereka pada argumen Anda. Di dunia akademis, kredibilitas dan nada akademis berfungsi sebagai mata uang.
4. Pertumbuhan Profesional
Belajar menulis secara formal di lingkungan akademik mempersiapkan Anda untuk domain profesional lainnya: laporan bisnis, penulisan hukum, publikasi ilmiah, atau penulisan editorial. Masing-masing konteks ini menghargai formalitas dan menghukum ekspresi kasual.
Area Utama Tempat Tulisan Informal Menyelinap
Bahkan penulis yang kuat pun mungkin tergelincir ke dalam informalitas secara tidak sadar. Berikut adalah tujuh area di mana nada kasual sering muncul:
1. Singkatan Kata (Contractions)
Informal (Bahasa Inggris): can’t, won’t, doesn’t.
Formal: cannot, will not, does not.
Singkatan kata menciptakan nada percakapan. Memperluasnya segera membuat tulisan Anda lebih formal.
2. Kata Ganti Orang
Informal: “Saya pikir kita bisa menyimpulkan bahwa mahasiswa membutuhkan lebih banyak dukungan.”
Formal: “Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memerlukan dukungan tambahan.”
Dengan menghilangkan kata ganti orang, kalimat tersebut menjadi objektif dan ilmiah.
3. Bahasa Gaul dan Kolokialisme
Informal: “Anak-anak zaman sekarang nempel terus sama HP mereka.”
Formal: “Remaja menunjukkan interaksi yang tinggi dengan perangkat seluler.”
Frasa kolokial seperti “anak-anak zaman sekarang” tidak pantas dalam makalah akademik. Ganti dengan istilah yang tepat dan netral.
4. Tanda Seru
Informal: “Hasil ini sangat mengejutkan!”
Formal: “Hasil ini tidak terduga.”
Tanda seru menambahkan emosi. Nada akademis membutuhkan netralitas.
5. Kata Pengisi
Informal: “Itu pada dasarnya kayak masalah yang gede banget, tahu kan?”
Formal: “Masalah tersebut signifikan.”
Hapus kata pengisi untuk memperkuat tulisan Anda secara instan.
6. Struktur Kalimat Kasual
Informal: “Ini masalah besar karena kayak mengubah segalanya.”
Formal: “Temuan ini signifikan karena mengubah kerangka kerja yang ada.”
7. Penggunaan Gaya Percakapan yang Berlebihan
Mengajukan pertanyaan kepada pembaca adalah hal yang umum dalam tulisan informal (“Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi?”). Dalam tulisan akademik, ganti dengan pernyataan: “Fenomena ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.”
<ProTip title="💡 Pro Tip:" description="Pindai makalah Anda untuk mencari kontraksi/singkatan kata dan ganti dengan bentuk lengkapnya sebelum dikirimkan." />
Cara Mengganti Tulisan Informal dengan Alternatif Formal
Menghindari informalitas bukan hanya tentang menghapus kata-kata. Ini tentang memilih kosakata yang tepat, menyesuaikan nada, dan menyusun ulang kalimat. Jika Anda perlu memparafrasekan kalimat informal dengan tetap menjaga maknanya, sebuah alat parafrase AI gratis dapat membantu Anda menghasilkan alternatif yang lebih formal untuk disempurnakan.
1. Pertukaran Kosakata
Informal | Formal |
banyak (a lot) | banyak / sejumlah besar (many / numerous) |
agak / semacam (kind of) | agak / sampai batas tertentu (somewhat / to some extent) |
anak-anak (kids) | anak-anak / remaja (children / adolescents) |
dapat (get) | memperoleh / menerima (obtain / receive) |
menunda (put off) | menunda / menangguhkan (postpone / delay) |
bagus banget (really good) | sangat efektif (highly effective) |
menunjukkan (show) | mendemonstrasikan / mengilustrasikan (demonstrate / illustrate) |
2. Pilihan Tata Bahasa
Nominalisasi
Informal: “Data menunjukkan bagaimana mahasiswa berkembang.”
Formal: “Data mendemonstrasikan perkembangan mahasiswa.”
Subordinasi untuk kompleksitas
Informal: “Ini adalah perubahan besar. Itu mengejutkan para guru.”
Formal: “Perubahan signifikan ini mengejutkan para guru, terutama dalam hal skalanya.”
3. Penyesuaian Nada
Informal: “Tampaknya metode ini bekerja dengan cukup baik.”
Formal: “Metode ini mendemonstrasikan efektivitas, sebagaimana didukung oleh hasil.”
<ProTip title="✍️ Pengingat:" description="Ganti kata kerja kasual dengan padanan formal untuk mempertahankan nada akademis." />
Kalimat Aktif vs Pasif: Menemukan Keseimbangan yang Tepat

Jenis kalimat memainkan peran penting dalam nada akademis. Makalah yang terlalu sering menggunakan kalimat pasif mungkin tampak berjarak, sementara makalah yang menghindarinya sama sekali mungkin tampak kurang halus.
Kalimat Aktif Paling Baik Bekerja Saat:
Anda menyampaikan poin yang jelas
Anda tahu siapa yang melakukan apa
Anda menulis tentang metode penelitian
Contoh: "Ilmuwan menemukan tiga spesies baru"
Kalimat Pasif Masuk Akal Saat:
Pelakunya tidak penting
Anda mendeskripsikan suatu proses
Anda menulis tentang hasil
Contoh: "Sampel dianalisis di bawah kondisi yang ketat"
Norma Disiplin Ilmu
Humaniora: Lebih menyukai kalimat aktif untuk kejelasan.
Sains: Menerima lebih banyak kalimat pasif, terutama di bagian metode.
Perbandingan Berdampingan
Informal: “Kami melihat bagaimana mahasiswa berperilaku.”
Formal Aktif: “Para peneliti menganalisis perilaku mahasiswa.”
Formal Pasif: “Perilaku mahasiswa dianalisis.”
<ProTip title="📌 Catatan:" description="Gunakan kalimat pasif secukupnya; simpan untuk metode atau proses di mana subjek kurang penting daripada tindakannya." />
Contoh Nyata yang Berhasil
Tabel perbandingan cepat menunjukkan bagaimana frasa kasual dapat direvisi menjadi versi formal yang tepat. Alih-alih menulis seperti pesan teks, cobalah peningkatan ini:
Santai | Profesional |
tidak bisa melakukannya | tidak dapat melanjutkan |
banyak data | bukti substansial |
Anda bisa lihat bahwa | bukti menunjukkan |
penting banget | signifikan |
anak-anak dalam penelitian | partisipan muda |
bakal mengubah | akan memodifikasi |
menunjukkan dengan jelas | mendemonstrasikan |
masalah besar | tantangan signifikan |
<ProTip title="🔍 Pro Tip:" description="Buat tabel frasa informal vs formal Anda sendiri yang Anda temukan di draf Anda untuk referensi cepat." />
Daftar Periksa: Cara Mengaudit Tulisan Anda demi Formalitas
Sebelum menekan tombol kirim itu, lakukan pemeriksaan ini (cetak ini jika Anda perlu). Untuk pemeriksaan yang lebih menyeluruh selain nada, gunakan daftar periksa penulisan akademik kami bersama dengan daftar ini:
✔️ Menemukan dan memperbaiki semua bentuk singkatan (don't → do not)
✔️ Menghilangkan hal-hal yang merujuk pada saya/saya punya kecuali diperlukan
✔️ Memotong bahasa gaul dan frasa sehari-hari
✔️ Memperbaiki kalimat yang tidak menyambung
✔️ Memeriksa keseimbangan aktif/pasif
✔️ Berhenti berbicara langsung kepada pembaca
✔️ Menghapus tanda seru (mereka bukan teman Anda)
✔️ Mengganti kata-kata samar dengan yang spesifik
✔️ Menambahkan bukti untuk klaim
✔️ Menggunakan alat pemeriksa tata bahasa
<ProTip title="📝 Pro Tip:" description="Jalankan makalah Anda melalui pemeriksa tata bahasa dan secara khusus cari kontraksi serta frasa informal yang ditandai." />
Tetap Formal, Tetap Akademis
Menulis secara formal bukan berarti terdengar seperti buku teks, ini tentang menyampaikan ide secara jelas dan profesional. Ketika profesor membaca makalah, mereka mencari pemikiran yang solid yang didukung oleh tulisan yang cermat, bukan kata-kata mewah yang malah mengaburkan poin utama. Beberapa makalah mungkin memiliki ide cemerlang tetapi kehilangan dampak karena dibaca seperti pesan teks sehari-hari.
<CTA title="Tingkatkan Penulisan Akademik Anda" description="Gunakan Jenni AI untuk menyempurnakan esai dan makalah penelitian Anda dengan bahasa formal yang tepat." buttonLabel="Coba Jenni Gratis" link="https://app.jenni.ai/register" />
Kebiasaan menulis ini akan terus melekat pada Anda, dan itu penting di luar masa kuliah. Baik Anda menuju ke sekolah pascasarjana atau tempat kerja, penulisan formal yang kuat akan membuka banyak pintu. Lakukan satu per satu makalah, dan Anda akan mencapainya.
